Pemprov Harus Fokus Selesaikan Tata Batas

Terutama Batas Wilayah Antarkabupaten di Kotawaringan Barat


PALANGKA RAYA –  Anggota Komisi A DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) H Jubair Arifin berharap, Pemprov Kalteng dapat lebih fokus melakukan koordinasi dalam menyelesaikan persoalan tata batas di daerah ini.


Menurutnya, batas antarkabupaten di Kalteng masih ada beberapa daerah yang masih belum terselesaikan. Salah satunya Sukamara-Kotawaringin Barat (Kobar), kemudian Sukamara-Lamandau, Kotawaringin Timur (Kotim)-Seruyan, Kotim-Katingan, Kotim-Kobar dan Lamandau-Kobar.


“Apabila masih ada yang belum terselesaikan, kita berharap agar Pemprov Kalteng bisa lebih fokus berkoordinasi. Bahkan apabila tidak bisa terselesaikan antar Kabupaten, maka kita meminta kepada Pemprov untuk memfasilitasi kedua wilayah untuk bisa menyelesaikan masalah tata batas tersebut,” kata Jubair, belum lama ini.


Ia mengungkapkan, salah satu dampak positif dari penyelesaian tata batas wilayah adalah memberikan kemudahan bagi para investor untuk berinvestasi di Kalteng, sehingga investor tidak kebingungan dalam menentukan wilayah penanaman investasi.


“Kita berharap masalah ini cepat clear, sehingga tata ruang menjadi lebih jelas dan investor lebih gampang berinvestasi di Kalteng,’ ungkapnya.


Dalam Anggaran Pendapatan belanja Daerah (APBD) 2019, lanjutnya, Biro Pemerintahan mengajukan anggaran untuk penyelesaikan tata batas wilayah Provinsi yang terbagi menjadi beberapa segmen, yaitu tata batas Kalteng-Kaltim dan Kalteng-Kalsel. Sehingga di 2019 kita harapkan bisa tuntas dengan ditandatangani oleh Menteri Dalam negeri (Mendagri).


Selain itu, sambung Jubair, salah satu kendala dalam penyelesaian tata batas wilayah tersebut adalah sumber daya alam (SDA) yang terkandung di masing-masing wilayah. Sehingga salah satu wilayah merasa dirugikan apabila kekayaan alam yang ada masuk dan menjadi hak wilayah lain.