Masyarakat Luwuk Kiri Minta Dibangunkan SMA/SMK

PALANGKA RAYA – Wakil Ketua DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) Faridawaty Darland Atjeh mengatakan, ada banyak hal yang didapatkan dari hasil reses yang dilakukan ke Desa Luwuk Kiri, Kecamatan Tasik Payawan, Kabupaten Katingan, beberapa waktu lalu.


Dikatakan, sejumlah daerah memiiki permasalahan sendiri, yang coba diselesaikan dengan sebaik mungkin. Program pembangunan yang dilakukan pemerintah merupakan yang paling utama diharapkan, dan dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.


Pembangunan dibidang pendidikan, jelas srikandi Partai NasDem ini, salah satu yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat khususnya bagi anak-anak di Desa Luwuk Kiri Kabupaten Katingan. Salah satunya yang sangat dibutuhkan adalah pembangunan SMA/SMK. Selama ini, anak-anak harus menempuh jarak yang cukup jauh untuk bersekolah, yakni di ibukota Kabupaten di Kasongan.


“Pembangunan SMA/SMK menjadi sangat penting bagi masyarakat desa Luwuk Kiri. Tidak hanya demi kepentingan anak-anak di desa itu saja, tapi juga bagi anak-anak dari desa lain. Desa Luwuk Kiri memiliki akses jalan yang terhubung dengan beberapa desa. Artinya, pembangunan SMA/SMK akan mampu mengcover beberapa anak sekitar yang dekat dengan desa Luwuk Kiri,” kata Faridawaty saat dibincangi, di gedung dewan, Kamis (15/4).


Faridawaty melanjutkan, hadirnya sekolah di desa Luwuk Kiri sudah tentu memberikan kemudahan dan meringankan perjuangan anak-anak untuk bersekolah. Apabila memang pembangunan sekolah SMA/SMK dapat segera direalisasikan, masyarakat tentunya akan sangat berterima kasih dan mengapresiasi kebijakan yang ditempuh pemerintah.


Tidak saja menyerap aspirasi masyarakat dalam reses tersebut dia juga turut membantu pemerintah melakukan sosialisasi terkait bahaya virus Covid-19. Karena itu penerapan protokol kesehatan dengan disiplin menjadi sangat penting untuk dilakukan setiap orang. Menggunakan masker, mencuci tangan diair mengalir, menghindari kerumunan, dan menjaga jarak adalah langkah sederhana dalam menekan penyebaran virus berbahaya ini.


Sekarang ini, kata Faridawaty, pemerintah memang sedang menjalankan program vaksinasi. Ada hal penting yang harus dipahami masyarakat terkait dengan vaksinasi ini. Vaksin bukanlah obat, melainkan sebatas upaya untuk mencegah penularan dengan cara memperkuat kekebalan tubuh manusia. Namun tetap, masyarakat diminta untuk dapat dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan.