Kotim Usulkan Pengerukan SungaiMentaya

RESES DEWAN


PALANGKA RAYA-Pemkab Kotim mengusulkan kepada Pemprov Kalteng agar melakukan pengerukan terhadap Sungai Mentaya dan terusan Hantipan. Pasalnya, kedua objek usulan Pemkab Kotim tersebut saat ini sedang mengalami pendangkalan.


Usulan Pemkab Kotim itu disampaikan kepada tim reses DPRD Provinsi Kalteng saat melaksanakan reses ke kabupaten itu, beberapa waktu lalu.


Ketua Tim reses DPRD Provinsi Kalteng dari daerah pemilihan (Dapil) Kalteng II, meliputi Kabupaten Kotim dan Seruyan, HM Fahruddin mengatakan, dalam reses masa persidangan III tahun sidang 2017 lalu, pihaknya banyak menerima aspirasi serta usulan dari pemerintah kabupaten.


“Saat reses ada permintaan pengerukan Sungai Mentaya  dan Terusan Hantipan, hal itu diharapkan Pemkab Kotim, agar bisa dibantu dari Pemprov Kalteng,” kata HM Fahruddin, saat dibincangi, di gedung Dewan, pekan kemarin.


Fahruddin menjelaskan, Terusan Hantipan merupakan salah satu akses alternatif yang menghubungkan Kabupaten Kotim dengan masyarakat Kabupaten Katingan di wilayah Selatan seperti Mendawai dan Pagatan. Dengan melalui terusan tersebut, selain salah satu akses cepat juga aman dilalui masyarakat.


Namun, sayangnya, terusan tersebut sekarang ini mengalami pendangkalan, sehingga masyarakat meminta kepada pemerintah untuk melakukan pengerukan.


“Akses ini menghubungkan antara Pegatan dan Hantipan karena itu sebenarnya jalan pintas yang lebih dekat antara Pegatan dengan Sampit. Kalau ada gelombang besar disitu akan lebih aman untuk dilalui,” terang Wakil Ketua Komisi A DPRD Kalteng bidang pemerintahan, hukum dan keuangan ini.


Sebelumnya, legislator dari Fraksi Partai Nasional Demokrat (NasDem) ini mengatakan, dalam pertemuan dengan jajaran Pemkab Kotim, saat reses itu, juga mengharapkan bantuan dari Pemprov Kalteng untuk dapat membantu pembangunan dan pengembangan Bandar Udara (Bandara) H Asan, Sampit. Pasalnya selama ini Bandara H Asan Sampit selama ini belum pernah menerima bantuan dari Pemprov Kalteng.


“Masalah infrastruktur perhubungan, ada usulan bantuan ke Pemprov untuk masalah Bandara Haji Asan Sampit,” terangnya.


Selama ini diungkapkan bahwa pembangunan dan pengembangan bandara kebanggaan masyarakat Kotim itu belum pernah menerima bantuan dari Pemprov Kalteng. “Selama ini belum pernah menerima bantuan dari Pemprov. Harapan mereka juga adalah  pemerintah provinsi untuk membantu khususnya untuk membantu bandara H Asan Sampit,” kata Fahruddin.


Legislator dari Fraksi Partai Nasional Demokrat (NasDem) ini menjelaskan, selama ini pembangunan dan peningkatan sarana dan prasarana Bandara H Asan Sampit didanai oleh Pemkab Kotim bersama bantuan dari pemerintah pusat. Oleh karena itu ke depannya Pemkab setempat sangat mengharapkan ke depan bisa mendapatkan perhatian Pemprov untuk dapat membantu mereka. “Karena selama ini bandara H Asan ini diheandle oleh Pemkab Kotim bersama Pemerintah Pusat saja. Itu harapan mereka,” kata mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kotim.