Kapolri Pimpin Apel Kenaikan Tipologi Polda Kalteng

PALANGKA RAYA - Polda Kalimantan Tengah akhirnya resmi berstatus tipe A. Pengukuhan kenaikan tipologi dari B menjadi A dipimpin langsung Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian yang menjadi inspektur upacara kenaikan tipologi Polda Kalteng di halaman Mapolda Kalteng, Kamis (24/5) sore. 


Pengukuhan ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Kapolri disaksikan seluruh tamu undangan. 


Dalam sambutannya, Tito mengatakan, kenaikan tipologi dari B menjadi A membawa beberapa konsekuensi, di antaranya perubahan eselon para pejabat. Antara lain Kapolda akan dijabat oleh jenderal bintang dua, diikuti Wakapolda berpangkat bintang satu dan pejabat utama lainnya.


Selain itu, peningkatan tipologi juga berpengaruh dalam penyusunan anggaran, perlengkapan, personel, peralatan maupun sarana dan prasarana. 


"Semuanya bertahap ditingkatkan. Peningkatan tipologi dilakukan karena adanya permintaan dan aspirasi masyarakat," katanya. 


Dalam hal ini, sebutnya, Polda Kalteng memang layak ditingkatkan menjadi tipe A. Mengingat tantangan kamtibmas di wilayah Kalteng perlu diantisipasi seiring peningkatan perkembangan populasi maupun pembangunan yang semakin cepat berjalan. 


"Luas Kalteng lebih besar dari Pulau Jawa. Kemudian penambahan penduduk makin meningkat diikuti pengembangan daerah, sehingga akan berdampak pada bidang keamanan. Seperti kejahatan konvensional, gangguan bidang lingkungan maupun perambahan hutan. Termasuk di antaranya menjaga stabilitas keamanan Kalteng yang semula aman menjadi lebih aman lagi," sebutnya. 


Tito menerangkan, naiknya tipologi Polda Kalteng juga memiliki konsekuensi peningkatan kualitas dan kuantitas pelayanan masyarakat di bidang keamanan. 


"Keamanan harus lebih baik dibandingkan sebelumnya. Saya minta pada Kapolda, pejabat utama, Kapolres dan seluruh anggota betul-betul camkan jika kenaikan tipologi harus diimbangi kinerja pelayanan lebih baik," tegasnya. 


Apel kenaikan tipologi Polda Kalteng dari B menjadi A diakhiri dengan peragaan penanganan teroris oleh Satuan Brimob Polda Kalteng dan tari kolosal yang diikuti oleh Kapolri yang ikut menari.